Secercah Cahaya untuk Misbah

Hari Selasa, 14 Februari 2017 akhirnya Mbak Santika meneleponku. Ia menanyakan apakah Misbah bisa dijenguk lagi. Posisi kami saat itu sedang ada di Purwokerto sehingga aku memintanya untuk datang di hari Jumat. Akan tetapi, kejutan tiba-tiba datang. Misbah tak bisa bernapas di hari Rabu, 15 Februari 2017 sehingga aku harus melarikannya ke IGD. Dokter mengatakan bahwa terdapat cairan di paru-parunya sehingg ia sulit bernapas. Aku terduduk lemas lagi. Bertubi-tubi cobaan datang, Misbah semakin kurus dan kesakitan.

[gallery columns="2" link="none" ids="324,323"]

Pada hari Jumat, 17 Februari 2017 Mbak Santika dan Mas Bagus akhirnya menjenguk Misbah lagi. Melihat kondisi Misbah, suara Mbak Santika bergetar. Aku paham ia sedang menahan kesedihan yang besar. Ya, kondisi Misbah memang sudah turun semenjak terakhir kali mereka bertemu. Mbak Santika menyampaikan bahwa terdapat banyak sekali orang baik yang ingin Misbah sembuh. Banyak sekali orang baik yang kagum dengan keikhlasanku dan keluarga, serta banyak sekali orang baik yang bersedia menolong Misbah.

Mbak Santika mengeluarkan dua kantong coklat besar. Di salah satu amplopnya terdapat jumlah nominal tertulis di sana. Aku bergetar. Tiga puluh tujuh juta tujuh ratus ribu rupiah. Aku tenggelam dalam tangis. Tak lama kemudian, tangis Misbah pun pecah dalam sela napasnya yang tak beraturan. Ini sungguh seperti mimpi. Ketika Mbak Santika merengkuh bahuku, maka aku tenggelamkan rasa haruku dalam lengannya. Kurengkuh Misbah agar ia pun turut tenggelam dalam bahagia karena secercah cahaya ini.

[gallery link="none" columns="2" ids="322,321,320,319"]

Tuhan tidak mungkin memberi cobaan tanpa bantuan di dalamnya. Aku percaya bahwa setiap anak memiliki jatah rezekinya masing-masing. Terima kasih kepada Anda yang telah memberi secercah harapan bagiku dan Misbah. Terima kasih untuk langkah kecil Anda yang bermakna begitu besar untukku. Terima kasih untuk kebaikan hati Anda memberikan bantuan padaku dan Misbah. Tentu aku berserah pada Tuhan, namun Anda adalah alasan Misbah masih dapat berjuang melawan leukimia hingga detik ini.

[gallery type="slideshow" link="none" ids="319,320,321,322,323,324,325,326,327,328" orderby="rand"]
Facebook Comments

Leave a Reply